Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review Film

Sebuah Review : Orang Kaya Baru, Sebuah Realita dalam Film

Gambar
"Lucu gak si film nya" "Lucu banget" "Ahh tapi judulnya begitu" "Tonton dulu, jangan cuma nilai dari judulnya" "Ahh tapi kaya ngikuti Crazy Rich Asian" "Kagak.... beda banget nonton aja dah coba dulu" Percakapan yang acap kali muncul nih kalau ada film Indonesia baru keluar dan yang dinilai pertama adalah judul. Ya memang, film ini kalau diliat secara judul emang meragukan. Mungkin orang Indonesia masih banyak yang terkotak oleh bentuk sehingga sineas film bisa banyak timbang menimbang dalam memberikan judul film. Banyak film bagus yang tidak ramai ditonton salah satunya karena itu, ya marketing si tapi itu lah realita penonton film sekarang. Lanjut ah kita mulai aja ya review film nya Premis Sederhana yang Istimewa Ketika lo semua liat dari penulis skenario film ini mungkin ga akan seharusnya lo ragu. Ya, film ini ditulis sama Joko Anwar. Selalu Joko Anwar ini menampilkan premis dalam film yang dia tulis secara sede...

Sebuah Review : Keluarga Cemara, Bukan Film Nostalgia

Gambar
Mari kita buka review ini dengan bait yang pasti sering digunakan reviewer lain ketika mereview film ini.  "Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga." Udah ya, nanti malah pada keterusan nyanyi. Selamat tahun baru btw buat kalian semua, ini adalah review awal tahun gua dan film Keluarga Cemara secara special jadi film pertama yang gua tonton di 2019, tepuk tangan dulu dong. Oke langsung aja di review yaa film Keluarga Cemara-nya Ketika trailer film Keluarga Cemara muncul dalam pikiran gua film ini harus ditonton, karena sepertinya gua akan bernostalgia menikmati drama syarat akan nilai kehidupan seperti di sinetron dulu. Tapi setelah kemarin gua nonton anggapan itu terpatahkan. Film Keluarga Cemara ini lebih dari sekedar film nostalgia. Memang film ini diadaptasi dari sinetron yang melegenda di hati pemirsah tersebut. Namun secara cerita film ...

Sebuah Review : Eiffel I'm in Love 2, Sebuah Penantian 15 Tahun

Gambar
Wakanda? Eiffel? Wakanda? Eiffel? Wakanda? Ahh akhirnya setelah bingung menentukan tontonan sabtu hari kemarin, gua memutuskan bermain imaji di Eiffel terlebih dahulu dan menikmati romansa menggemaskan Adit dan Tita. Jujur, gua ga sampe abis nonton Eiffel I’m In Love yang tahun 2003. Sampe tengah film gua merasa gila ini film menye abis, dan geregetan sama konflik yang diciptain dalam film itu. Tapi akhirnya gua memutuskan untuk menikmatin Eiffel I’m In Love 2 ini, urusan gua ga terlalu nyambung karena ga nonton yang pertama sampe abis itu belakangan. Karena setidaknya gua udah kenal karakter yang ada didalam film itu, mulai dari Adit, Tita, Uni, Alan sampe almarhum Om Reza yang sebenernya kalau masih ada mungkin akan membuat film lebih menarik. Seperti biasa, yang tadi gua jelasin itu cuma prolog kegelisahan aja sebelum nonton. Nah sekarang baru dimulai reviewnya. Eiffel I’m in Love 2 ini adalah sekuel dari film remaja yang hits juga sebelumnya di 2003 buat yang belum tau. Simp...

Sebuah Review : Dilan 1990, Pembuktian Iqbal.

Gambar
Dilan oh.. Dilan… Ketika novel Dilan keluar bisa dipastikan untuk semua pembacanya yang laki-laki ingin menjadi Dilan dan yang perempuan ingin memiliki kekasih layaknya Dilan. Mungkin tidak semua tapi bisa dianggap beberapa. Kenapa enggak? Bagi lelaki menjadi anak sekolah yang disegani, idealis dan pandai membuat gombalan yang membuat setiap wanita merasa beruntung di ucapkan selamat tidur ataupun rindu setiap harinya. Ataupun bagi para perempuan yang memiliki kekasih siap sedia melindungi dirinya ketika ada yang menganggu dan setiap harinya dipenuhi wajah bahagia tertawa sendirian tatkala mendengar sang kekasih memberinya gombalan receh ataupun sepucuk surat misterius. Tapi… semua itu sirna setelah pengumuman novel Dilan akan di film-kan dan pemeran pria yang dalam imajinasi para pembacanya cool, berandalan tapi tetap sayang orang tua itu sirna. Yaa… pasti beberapa merasa begitu… liat aja instagram ayah Pidi Baiq ataupun tab mention twitternya. Pasti banyak yang mempertanyak...

Sebuah Review : Susah Sinyal. Film Pembuka di Tahun 2018

Gambar
SELAMAT TAHUN BARU 2018 Akhirnya kembali lagi ke Blog. Setelah sekian lama bolak balik blog, weebly, wordpress dan Tumblr. Akhirnya gua kembali ke blog. Hmmm agak menyebalkan mungkin si. Lebih sering pindah-pindah tempat nulis daripada tulisannya sendiri. Tapi gapapa lah. Oke, tulisan di tahun yang baru ini gua mulai dengan review film yang baru aja gua tonton ya. Susah Sinyal The Movie. Karya terbaik Ernest Prakasa sejauh ini yang gua tonton. Awalnya si ga terlalu berharap banyak sama film ini, selain publikasi awalnya yang ga terlalu gede (mungkin ya) dan juga film genre komedi seakan monoton akhir-akhir ini di Indonesia. Terlebih CTS tahun kemarin menurut gua udah puncak pencapaian Ernest dengan dia dapet beberapa penghargaan di FFI. Tapi eh tapi setelah nonton semua praduga-praduga itu ilang. Film ini terasa lebih lengkap banget spesial pake telor dan dikaretin dua dah. Kalau di CTS drama keluarga nya utuh banget dibandingkan komedinya. Tapi di Susah Sinyal ini dra...